Gara-Gara Berani Hadapi Tantangan Komen Status Facebook, dapat 100 juta Pertama

berani menghadapi tantangan

Apa kabar pembaca zonamikir? Bahas tentang “Berani menghadapi tantangan” yuk

Saya doakan semoga di hari yang cerah ini, para pembaca yang baik, Allah berikan kebahagiaan hakiki kepada para pembaca sekalian.

Siapa di sini yang masih suka takut-takut kalau dikasih tanggung jawab baru?  rasanya tuh ya takut aja gitu, gak berani ngadepin tantangan karena takut salah, gagal, rugi atau takut-takut yang lainnya.

Kayanya emang tiap orang pernah deh ngerasain yang namanya takut menghadapi tantangan. Terlebih kalau tantangan itu baru banget buat kita.

Tapi tahu gak, kalau berani menghadapi tantangan adalah salah satu prinsip orang-orang yang growth mindset.

Emang apa growth mindset teh? mending baca aja: [Terlengkap] ilmu tentang mindset lengkapnya di sini ya.

Intinya, kalau kita pakai prinsip-prinsip growth mindset, perubahan menuju cinta yang abadi kehidupan yang positif bakal bener-bener terjadi…#udah kaya motivator belum? #hehee

Cerita Saya Ketika Berani Menghadapi Tantangan

Kali ini, saya mau bercerita tentang tantangan yang saya alami, ketika masih kuliah di strata 1 (S1) di jurusan Bimbingan Konseling Islam di salah satu universitas di Bandung.

Masuk ke sana karena cewek-ceweknya cantik kepengaruhin temen zaman SMA. Kebetulan dia tersesat duluan masuk ke jurusan itu, mungkin supaya dia ada temen seperjuangan.

Kembali ke topik utama tentang “berani menghadapi tantangan”.

Tepatnya di semester satu. Waktu itu, ada satu dosen yang meng-update status di facebook. Ia menginformasikan bahwa ada lomba Musabaqoh Makalah Ilmiah Quran (M2IQ) yang akan segera dihelat di daerahnya.

Lomba ini adalah satu cabang dari sekian banyak cabang lomba yang ada di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Nah, perlu kalian ketahui, bahwa di MTQ tidak hanya ada lomba membaca Al-Quran dengan suara dan lantunan yang indah. Tapi ada juga lomba lainnya.

Di tingkat Nasional, MTQ memiliki delapan cabang perlombaan. Antara lain, (1) seni  membaca Al-Quran, (2) Tahfidzul Quran, (3) Tafsir Quran, (4) Qiroatul Quran, (5) Fahmil Quran, (6) Syarhil Quran , (7) Kaligrafi, dan (8) terakhir Karya Tulis Ilmiah Quran.[1]

Karya Tulis ilmiah Quran adalah nama lain dari M2IQ. Cabang inilah yang dosen saya informasikan di status facebooknya.

Karena penasaran, saya pun mengontak beliau, sambil ngopi deg-deg ser, saya tanya “apakah saya bisa ikut lomba tersebut?”

Alhamdulillah, katanya saya bisa ikut lomba tersebut dan bahkan dapat bimbingan langsung dari beliau.

Buat dosen saya tersebut. Saya ucapkan terimakasih banget pokoknya.

Berawal dari membuat konsep tulisan, mencari referensi yang relevan, hingga menuangkannya ke kertas ukuran A4 menggunakan mesin ketik.

Berani Menghadapi Tantangan: Ilustrasi Mesin tik yang Kang Taqy Gunakan untuk lomba M2IQ
Ilustrasi Mesin tik yang Kang Taqy Gunakan untuk lomba M2IQ, Sumber: pixabay

Di tahun 2013, mesin tik bukan alat ketik utama. Tentu sudah ada personal computer (PC), laptop, notebook, bahkan tablet dengan keyboard fisik yang sudah bertebaran dimana-mana.

Tapi, demi menjaga orisinalitas tulisan, peserta lomba wajib menggunakan mesin tik.

Untuk mengikuti lomba tersebut, saya harus mencari mesin tik yang sudah jarang orang punya.

saya mulai nyari ke tetangga di satu RT, naya dari satu orang ke satu orang lainnya. tidak ada yang punya.

Saya mulai melebarkan pencarian.  Radius pencarian di tingkat RW. Hasil sama, tidak ada yang punya.

Saya tidak menyerah, saya melebarkan pencarian sampai tingkat desa.

Alhamdulillah, pak kepala desa juga tidak punya mengatakan ada salah satu warganya yang masih punya.

Sayapun menjugjug (pergi) ke yang punya. Alhamdulillah mesinnya bisa digunakan dengan sedikit perbaikan.

Perjuangan belum berakhir ferguso.

Bayangkan! Mesin tik tersebut pun harus saya bawa ke tempat lomba, ke tempat latihan, dan perpustakaan.

Jika tempat lomba berada di luar kota. Minimal saya membawa tiga jinjingan. Mesin tik, tas untuk pakaian, dan satu tas untuk buku-buku yang jadi referensi. #berat tapi kudu #berat tapi harus dijalani.

Persyaratan Aneh Lomba M2IQ

Informasi tambahan, untuk menulis karya ilmiah. Tentu kita harus menggunakan referensi yang jelas.

Nah, masalahnya adalah referensi dari internet hanya memiliki bobot nilai yang kecil. Jadi kita tidak bisa main comot coklat begitu saja.

Harus dari buku langsung. Bukunya harus yang baru terbit 5 tahun ke belakang.

Selain itu, buku referensi tersebut harus dibawa ke tempat lomba. Disimpan di samping mesin tik. #Indah juga sih kalau inget masa-masa itu.

Jadi, saat lomba, saya harus membawa sekitar 30-40 buku. Terus bawa Baju ganti, karena dalam satu lomba, biasanya berlangsung minimal 3 hari.

100 Juta Pertama Mahasiswa Ganteng BKI

Pada saat itu tidak terpikir sama sekali apa yang akan didapatkan dari lomba tersebut. Hanya ingin mencoba hal baru dan terus memperjuangkannya.

Singkat cerita, setelah 2 tahun bergelut di bidang tersebut. Saya bisa mendapatkan pemasukan dengan total Rp. 100.000.000.- lebih. #edan sih kalau liat angkanya untuk ukuran saya sebagai mahasiswa S1.

Uang tersebut didapatkan dari uang pembinaan, hadiah dari kecamatan, kota, dan provinsi.

Dari sana alhamdulillah bisa membantu biaya haji kedua orang tua, motor, 2 laptop, hp, dll. #bangga banget pokoknya.

Please jangan bilang saya ganteng sombong, kenapa saya tulis di sini? hanya karena perasaan bangga ke diri sendiri yang dulu mau berjuang.

Jika diingat kembali, hal tersebut saya dapatkan karena saya mengambil langkah pertama, yaitu mengontak dosen saya untuk mengikuti lomba M2IQ.

Berani Berbeda

Saat kuliah baru dimulai, saya mencari hal-hal yang bisa membuat saya berbeda dari yang lainnya.

Saat yang lain berkuliah seperti biasanya. Dikenal dengan istilah kupu-kupu atau kuliah pulang-kuliah pulang. Saya tidak begitu.

Saya memilih untuk aktif berorganisasi, baik internal maupun eksternal kampus.

Mencari tantangan baru dan berfokus pada proses, bukan pada hasilnya. Untuk fokus pada proses bukan hasil, saya sudah buat artikelnya. Mampir ya! baca di sini: Fokus pada proses bukan hasil

Berani menghadapi tantangan adalah satu prinsip dari pemilik growth mindset.

Dulu, saat kuliah, saya tidak paham sama sekali dengan istilah tersebut.

Tapi, hanya karena bertemu dengan situasi dan pacar kondisi yang tepat, alhamdulillah pada akhirnya membuat saya berani menghadapi tantangan.

Saya tahu, jika kita senantiasa berani menghadapi tantangan, maka peluang baik akan menanti kita. #prinsip banget ini mah pokoknya.

Setiap rintangan yang kita hadapi, akan mengajarkan ilmu baru. Dari rintangan tersebut, kita bisa berkembang dan terus naik kelas.

Berani Menghadapi Tantangan Karena Tujuan Yang Jelas.

Setiap rintangan yang menghadang, akan membawa kita, kepada pengembaraan baru.

Sehingga, tidak ada hal penting lagi yang kita takuti. Kecuali ngutang, ulet, hantu, poligami, selingkuh, ketinggian, dihina orang 🙂 #astagfirullah, masih banyak ya. Please jangan ditiru.

Contoh luar biasa tentang mantapnya tujuan yang jelas seperti yang telah anak saya lakukan.

Di usianya yang masih dua tahun. Karena bodohnya kesalahan saya, membiarkan ia ikut menonton film horor yang sedang saya tonton. Akibatnya, ia jadi takut gelap.

Sering banget tuh kita jadi parno karena dia jadi suka nunjuk-nunjuk tembok atau lemari, terus bilang “itu hantu”.

Ada yang pernah ngalamin? Cik atuh komen ya…

Tapi uniknya, saat saya tawari dia untuk menonton film animasi “Nusa dan rara” . Ini hadiah yang saya janjikan karena dia mau sabar  nemenin saya di kamar untuk ganti baju, saya sebenarnya pemberani takut sendirian.  #:(

Tanpa pikir panjang, Dia berjalan dengan pasti mengambil handphone, padahal hanadphone tersebut berada di tempat yang gelap. Gila gak? the power of nonton emang ajib.

Pertanyaannya, kemana rasa takut itu?

Jawabannya adalah tidak ada! tertutupi oleh keinginannya mendapatkan HP.

“Saat kita, sudah memiliki obsesi atas hasil dari tantangan yang hendak kita hadapi. Maka seberat apapun tantangannya akan kita hadapi”

Uniknya, terkadang kita tidak melihat hambatan yang biasanya membuat seseorang berhenti dari perjuangannya. Paham gak? Coba baca sekali lagi…hehe

Inspirasi Saya untuk Berani Menghadapi Tantangan

Edward C. Barnes adalah sosok yang menginspirasi saya untuk berani menghadapi tantangan.

Di dalam buku Think and Grow Rich karya Napolion Hill. Seorang Edward C. Barness berani menghadapi tantangan yang sulit dibayangkan.

Supaya Berkah, coba lihat dulu sesaat, video review buku Think and Grow Rich di Bawah Ini.

Ceritanya begini,

Hanya karena melihat sobekan koran mengenai Thomas Alfa Edison. Ia bergumam dalam hati “Saya harus bekerja sama dengan orang Thomas”

Permasalahan yang Edward hadapi tidak main-main. Pertama, ia tidak kenal dengan Thomas, tidak punya uang, dan tidak tahu apa yang akan ia tawarkan kepada sang penemu paling hebat sepanjang masa tersebut.

Jarak antara dia dan Thomas terpaut ratusan kilometer. Jika ia adalah seorang jutawan, mudah saja, di masa itu, ia tinggal naik kereta uap saja.

Tapi, Ia hanyalah seorang gelandangan yang tidak punya uang sepeserpun. Untuk makan dan tempat tinggal pun sulit.

Tapi Edward adalah laki-laki yang berani menghadapi tantangan. Ia sudah tahu tujuannya dengan jelas, yaitu bekerjasama  dengan Thomas alfa Edison.

Maka, ia lakukan perjalanan berbulan-bulan untuk bertemu dengan Thomas. Berhasil? Ya.
Apakah ketika bertemu dengan Thomas ia langsung bekerjasama dengannya? Tentu tidak, ia harus bekerja sebagai tukang pel, dengan gaji yang ringan selama lima tahun lamanya.

Sampai akhirnya, Ia mendapatkan pintu emas kesuksesannya.

Ia berani menghadapi tantangan dari Thomas untuk menjual penemuan terbarunya. Penemuan tersebut dianggap tidak akan laku oleh marketer-marketernya. Mereka tidak berani menjualnya karena mereka menganggap bahwa penemuan tersebut tidak akan laku di pasaran.

Ia menjadi satu-satunya orang yang berani menghadapi tantangan. Ia acungkan tangannya menerima tawaran dari Thomas untuk menjual penemuan terbarunya.

Saat orang lain tak berani mengambil peluang tersebut, Edward menjadi satu-satunya yang berani menghadapi tantangan tersebut. #keren banget kan ya 🙂

Singkat cerita, karena Edward C.Barnes merupakan orang yang berani menghadapi tantangan. Ia mendapatakan kekayaan setara lima puluh juta dolar. #Thumb banget buat Edward, keren abis

Berapa sih duit segitu teh? Satu dolar sama dengan Rp. 14.000.- (11 Juni 2021). Maka lima puluh juta dolar sama dengan 700 Miliar.

Itulah kekayaan Edward C.Barner. Gelandangan yang berani menghadapi tantangan karena tujuan yang jelas.

Ajakan Serius buat Pembaca

Dari cerita Edward C.Barner. Saya mengajak kepada pembaca, untuk senantiasa melihat sebuah tantangan sebagai peluang.
Saya mengajak pembaca untuk berani menghadapi tantangan.

Contoh sederhana, jika kamu punya hubungan yang tidak baik dengan mantan seseorang.

Hubungi ia atau bahkan temui, katakan apa yang ada di hati kamu. Perbaiki hubungan tersebut. Jangan sampai putus silaturahmi.

Contoh lagi, jika kamu bertemu dengan orang yang sama sekali tidak kamu kenal, sedangkan kamu berada di perjalan yang panjang seperti di kereta. Sapa dia, kenalan, atau minimal senyumlah kepadanya. Berani? Coba kuy

Jika kamu senantiasa berani menghadapi tantangan baru. Kamu senantiasa berani keluar dari zona nyaman kamu, niscaya, kesuksesan akan segera menghampirimu!

Saya Taqy Motiva, terima kasih sudah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tulisan-tulisan terbaru lainnya.
Hanya di zonamikir- Tempat curhat lelaki yang ingin sukses membela bumi seperti lord rangga

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *