Meningkatkan Produktifitas Kerja Dengan Bermalas-Malasan?

Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Apakah kamu lagi mencari tulisan “bagaimana cara meningkatkan produktifitas kerja dengan bermalas-malasan?” kamu berada di artikel yang tepat.

“Malas” merupakan penyakit sejuta umat. Malas merupakan karakter jelek yang bisa saja secara perlahan-lahan merayap dan menjadi bagian dari diri kamu yang tidak mudah untuk dilepaskan. Ini akan mengusik hidup kamu dan menahan kamu menggapai apa yang kamu impikan dalam hidup.

Disamping itu, kemalasan diistilahkan sebagai kelambanan dan disimpulkan sebagai ketidakberhasilan untuk lakukan apa yang semestinya kamu kerjakan, meskipun sebenarnya kamu sangat mampu untuk melakukannya.

Pada tahap pertama, kamu akan merasa bahwa kamu membutuhkan waktu untuk beristirahat seperti pada umumnya. Selanjutnya, perlahan kamu mulai menolerir kemalasan yang pada akhirannya sisi gelap ini tanpa terasa melekat erat dengan dirimu.

Jadi, alih-alih mencari cara meningkatkan produktifitas kerja dengan bermalas-malasan, lebih baik, saat ini bangun dari posisi berbaring anda, mari kita pelari apa saja penyebab kenapa kita senang sekali bermalas-malasan dan cara mengatasinya.

Meningkatkan Produktifitas denga Malas-Malasan? Pelajari Mengapa Kamu Bisa Begitu Malas?

Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Dengan mempelajari dan menyadari karakter jelek ini dan segala hal yang menyertainya akan menolong kamu meminimalisir atau bahkan menghilangkan karakter ini. Secara otomatis meningkatkan produktifitas kerja kamu. Pertanyaan yang perlu kamu tanya dalam diri sendiri ialah ‘Mengapa saya malas?’ dan ‘Bagaimana saya dapat menangani kemalasan?’

Perasaan malas atau yang sekarang seringkali disebutkan dengan istilah “mager” alias
malas gerak, ialah permasalahan yang kerap kali dirasakan oleh beberapa orang. Walau remeh, tetapi perasaan malas bisa menghalangi rutinitas yang dilaksanakan dan membuat Anda malah terbiasa berlama-lama dengan kemalasan bila Anda tidak berusaha untuk memperbaikinya. Umumnya, perasaan malas ada karena tidak ada motivasi yang bisa membuat manusia bergerak atau berbuat suatu hal. Tetapi, Para peneliti menjelaskan jika minimnya motivasi ini rupanya semakin banyak dikuasai oleh factor biologis, bukan sekedar sikap dan rutinitas saja.

Perasaan malas sesungguhnya ialah hal yang normal, tapi seharusnya tidak didiamkan terlalu lama sebab bisa merusak rutinitas setiap hari Anda. Imbas perasaan malas yang terlalu lama jangan diremehkan, lho. Bila tidak selekasnya ditangani, dapat membuat Anda jadi tidak konsentrasi, menurunnya performa, dan pada akhirannya mempengaruhi kesehatan dan seluruh kehidupan Anda.

1. Begadang

Bergadang Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Bukannya memiliki produktifitas kerja yang baik, sebagian orang menjalani hidup yang tidak diinginkan atau yang direncanakannya. Mereka kerap kali bergadang hanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting seperti scroll media sosial, chatting kesana kemari, dan menonton film.

Banyak orang yang aktif di media sosial menyatakan bahwa waktu berlalu begitu cepat tanpa mereka sadari, waktu tersebut ternyata hanya digunakan untuk hal-hal remeh. Saat waktu meenunjukkan jam 11 malam, mereka masih sibuk dengan gadgetnya padahal mereka harus bangun pagi-pagi untuk bekerja.

Media sosial membuat kamu sibuk untuk mengetahui kesibukan orang lain sementara kamu lupa dengan menyibukkan diri terhadap hal-hal yang seharusnya kamu sibuk pada hal tersebut. Nah bingung kan baca di atas.

Jika kamu termasuk orang yang melakukan hal-hal di atas tanpa sadar hingga larut malam. Dikeesokan harinya, kamu akan senantiasa merasa ngantuk, dihinggapi rasa malas dan perasaan tidak mampu menuntaskan pekerjaan.

Selanjutnya adalah kamu akan berpikir bahwa kamu membutuhkan istirahat yang cukup, dan jika tidak, hal tersebut hanya akan membuat kamu sakit, dipaksakan bekerja pun tidak akan maksimal.

2. Kecapekan

Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Kadang kamu bekerja terlampau keras pada tempat kerja. Di saat kita sampai di dalam rumah, kita berasa capek, kita bahkan juga lupa melepaskan kaos kaki, apa lagi habiskan waktu dengan keluarga atau rekan kita.

Rutinitas yang berkaitan dengan pikiran memerlukan energi dan pemikiran yang jernih. Saat kamu kecapekan, otak akan tumpul dan badan pun tidak akan bekerja secara efektif.

Oleh karenanya, supaya produktifitas kerja kamu tetap optimal, kamu dianjurkan untuk menyusun rencana bagaimana kamu akan habiskan waktu, dan memilah tanggung jawab sesuai prioritas dengan bijak untuk menuntaskan beberapa hal penting.

Di lain sisi, beberapa orang malah menghabiskan waktu mereka untuk melakukan beberapa hal tidak penting seperti berpesta, berkeliaran dan bermain video game hingga mengesampingkan beberapa hal penting yang masih belum tuntas dikerjakan.

3. Kurang Nutrisi

Nutrisi Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Apa yang kamu makan amat menentukan tingkat energi dan rutinitas otak kamu. Bila kamu tidak mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka beberapa bagian tidak akan berfungsi dengan maksimal.

Saat kamu berasa kurang berenergi atau kekurangan tenaga untuk menuntaskan suatu hal, kemalasan mulai merasuk, maka produktifitas kerja akan menurun. Sebuah pekerjaan kecil seperti isi document akan terasa meletihkan untuk kamu kerjakan hingga kamu memerlukan banyak istirahat untuk mengembalikan energi. Pada akhirannya, kamu cuman akan lakukan sedikit hal.

4. Masalah Otak

Masalah Otak Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Menurut info yang didapatkan lewat Live Science, beberapa periset sudah lakukan penyekenan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mempelajari motivasi dan perasaan malas. Hasil scan memperlihatkan sesaat jika seseorang memutuskan untuk mengerjakan sesuatu, maka korteks pra-motor pada otaknya akan menyala sebentar dan menyinari titik lain di otak yang mengatur pergerakan menjadi aktif. Tetapi pada orang yang malas, korteks pra-motor ini malah tidak berpijar karena jaringannya terputus.

Periset menyangka jika jaringan otak yang menyambungkan “keputusan untuk melakukan suatu hal” menjadi perkara yang tidak efektif berjalan pada orang yang malas. Hal tersebut Mengakibatkan, otak mereka wajib melakukan usaha yang lebih keras untuk mengganti keputusan yang diambil otak agar bisa berbuah tindakan yang riil.

Study yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex di tahun 2012 mendapati jika tingkat dopamin di otak dapat berpengaruh pada motivasi seorang saat lakukan suatu hal.

Tingkat dopamin akan memberi imbas yang lain di beberapa tempat otak. Periset mendapati jika beberapa orang yang sudah terbiasa bekerja keras dan memiliki produktifitas kerja yang baik, mempunyai dopamin terbanyak di dua tempat otak yang mainkan peranan penting dalam penghargaan dan motivasi; tetapi mempunyai tingkat dopamin yang rendah di insula anterior, daerah yang berkaitan dengan pengurangan motivasi dan pandangan.

5. Minimnya Motivasi

Produktifitas kerja sangat erat kaitannya dengan motivasi. Motivasi menggerakkan kamu untuk lakukan apa saja yang penting dilaksanakan pada saat yang tepat. Bila kamu menyenangi pekerjaanmu, kamu akan terpacu untuk menuntaskan suatu hal secara benar.

Bila kamu tidak mempunyai motivasi, kamu akan mempunyai argumen kenapa kamu tidak bisa menuntaskan suatu hal.

Sebagian orang khususnya mereka yang terjerat dalam pekerjaan yang tidak mereka senangi, mendapati banyak alasan untuk menerangkan minimnya performa mereka.

Beberapa orang semacam ini tak pernah menuntaskan pekerjaannya dan makin terjerat dengan kemalasan mereka sendiri.

6. Kurangnya Percaya Diri

Kurang Percaya diri-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Bila kamu yakin pada diri sendiri, kamu akan mempunyai dorongan untuk menuntaskan suatu hal di dalam rumah maupun pada tempat kerja untuk bikin hidup kamu nyaman.

Di lain sisi, mereka yang tidak percaya pada dirinya bahkan tidak mempunyai alasan yang tepat untuk menjaga kebersihan di sekitarnya.

Mereka akan tinggal di dalam rumah yang kotor, menggunakan baju kotor, dan biasanya hidup bermalasan karena mereka berpikir tidak layak untuk mendapatkan sesuatu pun.

Baca Juga:

7. Tidak Bertanggung Jawab

Tidak Bertanggung Jawab-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Orang yang tidak bertanggungjawab condong jadi orang yang malas. Sebagai contoh, beberapa orang memutuskan untuk mempekerjakan seseorang untuk lakukan pekerjaan yang sebenarnya masih bisa mereka kerjakan tapi terbentur dengan sifat malas. Misalkan, pengasuh, tukang kebun, orang kepercayaan individu.

Beberapa anak dibesarkan dalam keluarga di mana segala hal disediakan untuk mereka. Pada akhirannya mereka bisa menjadi benar-benar tidak bertanggungjawab. Orang yang terbiasa tidak mengemban tanggung jawab suatu hal, biasanya tidak memiliki produktitas kerja yang baik dan malas melakukan sesuatu.

8. Keragu-raguan

Ragu-Ragu-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Hidup merupakan segala sesuatu mengenai semua keputusan atau opsi yang kamu bikin. Sebagian orang tidak bisa mengambil keputusan tentang apa yang perlu mereka kerjakan dan mengakibatkan keragu-raguan atau kemalasan.

Mungki kamu kerap tidak memikirkan apa yang akan kamu kerjakan di hari tersebut. Dan di saat kamu putuskan untuk melakukan sesuatu, tidak ada waktu cukup yang masih ada untuk melakukannya.

9. Penundaan

Penundaan-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Penyakit terbesar produktifitas kerja adalah rasa malas. Kemalasan umumnya terjadi saat kamu tunda suatu hal yang penting dilaksanakan. Meskipun tidak menekan, kenapa kamu harus menundanya saat kamu dapat melakukan saat ini?

Saat orang malas berhadapan dengan pekerjaan simpel seperti membersihkan piring, mereka akan menundanya. Tiba-tiba sebelum mereka mengetahuinya, hari lain sudah datang dan piring-piring masih menimbun di wastafel.

Makin banyak mereka menundanya, maka makin kecil kemungkinan kamu akan memulai untuk mengawali pekerjaan tersebut karena pekerjaan yang kamu kerjakan semakin bertambah besar.

Penundaan hanya membuat segala sesuatu menjadi lebih sulit. Langkah untuk menanganinya ialah bila suatu hal bisa dituntaskan saat ini dan kamu punya banget waktu, maka kerjakan saat ini juga!

Tapi jika yang terjadi sebaliknya, bila kamu tidak punya banget waktu untuk melakukannya, buatlah jadwal untuk menyelesaikannya. Jangan sekedar mengatakan “nanti”.

10. Distraksi

Distraksi-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Saat bekerja, apa pemikiran kamu kerap menghayal ke beberapa hal lain? Bila ya, karena itu perhatian kamu teralihkan. Makin kamu teralihkan, Maka makin kecil-lah kemungkinan kamu akan menuntaskan pekerjaan.

Pemicu masalah umum ialah sosial media, rekan kerja yang banyak berbicara, dan Melamunkan acara ke depan yang menarik. Untuk menangani kemalasan dalam kasus ini, matikan semua sumber masalah. Tapi bukan berarti kamu membunuh rekan kerja kamu yang banyak bicara tadi ya, hehe.

Coba renungkan, berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk mengalihkan fokus pada hal-hal di atas tersebut, dan bayangkan apa saja yang akan kamu capai jika kamu fokus pada satu pekerjaan saja.
Zonamikir.com tidak menuntut kamu untuk hanya terpaku pada satu pekerjaan tanpa istirahat atau tidak mengerjakan pekerjaan lain sama sekali, tapi kamu harus mengatur itu semua agar kamu tidak kalang kabut karena ini itu tidak dikerjakan dengan baik.

11. Terlalu Banyak Hal yang Dipikirkan

Masalah Otak Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Saat kamu harus mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu maka otak kamu jadi kebingungan dan melamban. Jangan percaya dengan mitos bahwa kamu hanya menggunakan 10% kemampuan otak untuk bekerja. No, sebetulnya kamu senantiasa menggunakan 100% kemapuan otakmu, itu lah kenapa, orang akan lebih mudah pusing dan sulit berpikir jika dihadapkan dengan pekerjaan yang banyak.

Saat orang lain mengatakan bahwa kamu tidak akan bisa menyelesaikan suatu pekerjaan yang ada dihadapanmu, memikirkan hal tersebut saja sudah akan merusak kualitas pekerjaanmu, apalagi jika otak kamu harus memikirkan berbagai hal.

Jadi hentikan untuk memikirkan semua hal, cukup pikirkan satu dua hal saja sampai benar-benar tuntas, baru beralih ke pemikiran atau pekerjaan yang lain.

Sebetulnya, jika kamu sudah selesai membaca ke bagian ini, kamu tidak perlu meneruskan membaca ke bagian bawah, kamu hanya perlu menjauhi hal-hal yang menjadi pemicu kemalasan di atas. Tapi membaca lagi ke bagian bawah tentang gimana sih caranya supaya kita tidak malas lagi akan sangat bermanfaat buat kamu.

Baca Juga:

2. Tips Meningkatkan Produktifitas Kerja dan Menghapus Malas

1. Lakukan Meditasi

MEditasi-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Meditasi adalah sebuah langkah jitu untuk menghilangkan sifat malas kamu. Kabar baiknya adalah meditasi tersebut tidak perlu kamu lakukan lama seperti meditasi yang ibu-ibu hamil lakukan. Untuk meenghilangkan perasaan malas tidak harus dilaksanakan dalam waktu lama. Melakuan meditasi singkat dengan teratur di saat tertentu, misalkan saat sebelum mengawali hari ataupun waktu istirahat bekerja, diyakini bisa membuat Anda lebih gampang fokus. Disamping itu, Anda dapat semakin tenang dan pada akhirnya dapat mengurus hati secara baik, pikiran jernih dan kamu lebih bersemangat.

2. Nikmati Alam

Menikmati Alam-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Ini merupakan langkah favorit banyak orang, untuk menghilangkan sifat malas, maka menikmati alam raya adalah solusinya. Cara ini sangat mudah dan menyenangkan untuk dilakukan. Riset menunjukkan jika kita menikmati alam dengan menyaksikan tanaman , seperti pohon-pohon, padang rumput, atau bunga, hal tersebut dapat mengembalikan semangat dan membuat pemikiran jadi lebih jernih.
Bila Anda tidak sempat pernah untuk pergi berkunjung ke tempat dengan panorama alam yang indah, Anda dapat menukarnya dengan menempatkan pot tanaman di dekat meja kerja. sesederhana itu.

Baca Juga:

3. Ingat Kembali “Why” Kamu

Why-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Perasaan malas umumnya disebabkan karena minimnya motivasi untuk lakukan suatu hal. Kehilangan “why” atau argumen kuat mengapa Anda harus lakukan sesuatu hal, bisa membuat Anda kehilangan tujuan. Maka, bila Anda mulai berasa malas, coba tanya “why” atau “mengapa” dalam diri Anda. Misalnya, “Mengapa saya harus sesegera mungkin menuntaskan pekerjaan sekolah atau kuliah?”, “Mengapa saya harus menuntaskan skripsi secepat-cepatnya?”, “Mengapa saya harus pelajari ini?”, “Mengapa dahulu saya pilih tempat ini sebagai tempat saya bekerja?”, dan yang lain.

4. Benahi Kesalahan (Self Talk)

Benahi Kesalahan-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Kadang, perasaan malas hadir karena Anda merasa melakukan sesuatu yang tidak anda gemari. Bila Anda saat ini merasakan malas, coba tanya ke dalam diri Anda, “Apa ini yang saya harapkan?” atau, “Apa yang sesungguhnya ingin saya kerjakan?” Coba tanya dalam diri Anda untuk mengenali apa yang kurang dari diri Anda, dan dengar hati Anda.
Perasaan malas bisa juga muncul karena kondisi badan yang kurang sempurna. Oleh karenanya, ganti pola hidup Anda jadi lebih sehat, seperti banyak minum air putih, menghindar makanan manis dan tinggi lemak, konsumsi makanan tinggi protein, olahraga teratur dan stop merokok.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Stamina dan Meningkatkan Konsentrasi

5. Istirahat yang Cukup

Tidur yang cukup-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Kurang istirahat akan membuat Anda lemas dan susah konsentrasi, apa lagi sesudah beberapa jam berkegiatan tanpa henti. Bila badan tidak memperoleh istirahat, perasaan malas akan menjadi-jadi.

Untuk menanganinya, Anda perlu beristirahat cukup setiap usai berkegiatan atas suatu hal. Badan perlu mengumpulkan kembali tenaga di antara dua aktivitas, sehingga Anda tidak merasa kecapekan dan malas untuk melakukan aktivitas kembali.

Disamping itu, tidurlah 7-9 jam tiap malam supaya badan Anda berasa fresh dan siap untuk menjalani hari esok. Anda harus tahu seorang albert einsten saja tidur 10-11 jam sehari. mmpp, menarik kan.

6. Ketahui Apa yang Harus dilaksanakan

Tahu apa yang harus dilakukan-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Bila Anda telah tahu apa yang salah dan apa “why” Anda, semestinya Anda tahu apakah yang harus Anda kerjakan sekarang ini. Lakukanlah! Bila Anda sudah mengetahui apa “why” Anda, karena itu lakukan dengan penuh kepercayaan dan semangat. Bila Anda telah tahu apa yang salah, maka perbaikilah. Perubahan kecil kecil yang Anda upayakan akan membuka jalan yang lain yang bisa mengantar Anda pada arah positif dalam hidup; contohnya seperti membereskan kamar tidur sendiri, konsumsi makanan yang sehat, dan olahraga yang teratur bisa meningkatkan semangat Anda dalam meningkatkan produktifitas kerja.

7. Bosan Vs Malas

Untuk memiliki produktifitas kerja yang baik, seseorang harus membedakan terlebih dahulu apa itu bosan dan apa sebenarnya malas. Karena rasa bosan sering disalahpahami dengan perasaan malas, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Orang yang sedang bosan umumnya tidak tertarik melakukan sesuatu, namun tetap berkeinginan melakukan hal lainnya. Sedangkan rasa malas adalah sikap tidak bertanggung jawab terhadap apa yang seharusnya dilakukan.

Untuk menangani perasaan malas, coba lakukan hal yang memikat hati Anda dan dapat membuat Anda suka, hingga semangat juga perlahan-lahan kembali.

8. Kerjakan Aktivitas Fisik dan Pikiran dengan Teratur

LLakukan Kegiatan Fisik-Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Perasaan malas mungkin muncul karena Anda susah konsentrasi. Untuk meningkatkan konsentrasi kembali, Anda dapat menyisipkan rutinitas fisik di antara aktivitas berpikir anda, seperti berjalan rileks saat istirahat makan siang atau sekedar meregangkan anggota tubuh.

Riset menunjukkan jika rutinitas fisik atau olahraga bisa membuat daya pikir seseorang jadi lebih tajam atau konsentrasi tinggi. Dengan demikian, Anda akan memiliki produktifitas kerja yang mantap dan lebih semangat serta perasaan malas pun berangsur sirna. Disamping itu, olahraga teratur terbukti bisa tingkatkan kekuatan fokus Anda dalam periode yang panjang.

9. Lakukan Hoby

Meningkatkan Produktifitas dengan Malas-malasan

Beraktivitas yang serupa terus-terusan bisa membuat orang berasa jemu dan malas untuk meneruskannya. Nach, menyisipi aktivitas Anda dengan hoby menjadi langkah ajib menghilangkan perasaan malas dalam bekerja.

Lakuan hobi secara teratur di sisa waktu pekerjaan anda akan bisa membuat Anda merasa lebih berbahagia, terpacu untuk lebih giat dalam bekerja, dan tentunya adalah anda akan merakasan nikmatnya hidup.

Itulah hal-hal yang menyebabkan kita malas, ada banyak ya, 11 hal yang menjadi penyebab kenapa kita bisa bermalas-malasan. Nah untuk mengatasinya zonamikir.com sudah memberikan 9 tips agar kamu lebih produktif dalam berkarya, kamu menjadi punya produktifitas kerja yang kamu idam-idamkan, terbebas dari penyakit malas, dan siap meraih kesuksesan di masa depan.

 

Baca Juga:

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.