Keyakinan Dasar Sebagai Komponen Pembentuk Mindset

Keyakinan Dasar

Mari kita perdalam lagi ilmu kita mengenai mindset, kita fokus ke bahasan keyakinan Dasar. Mudah-mudah dengan terus mempelajari ini, hidup kita akan semakin bermakna.

Sebagai mana kita ketahui bahwa mindset merupakan inti dari softskill yang kita miliki saat ini. Jadi, bisa dikatakan bahwa jika mindsetnya baik, maka softskillnya akan baik.

Pertanyaannya, memang apa sofskill? ketahuilah, bahwa 80% kesuksesan seseorang, ditentukan oleh softskillnya. Jadi, betapa penting peran softskill, dan ini artinya, mindset sangat penting juga.

Sudah disinggung di artikel sebelumnya bahwa mindset terdiri dari beberapa komponen, yaitu: paradigma, keyakinan dasar dan nilai dasar.

Terkait paradigma, sudah dijelaskan lebih mendalam di artikel ini. (Baca: Definisi dan Contoh Paradigma). Jika ingin mempelajarinya terlebih dahulu silahkan baca saja dengan mengkliknya. Tapi saya asumsikan bahwa kamu terlalu asyik membaca di sini dan tak ingin beranjak dari halaman ini. Jadi gue jelasin sedikit mengenai paradigma.

Setelah membaca berbagai referensi, gue simpulin kalau paradigma itu sekumpulan teori, asumsi, pandangan atau sudut pandang yang membentuk kerangka berpikir atas suatu keadaan.

Dengan kata lain, semua informasi masuk melalui panca indra kemudian diramu di dalam pikiran kita, jadilah kerangka berpikir, menempatkan diri kita di suatu titik atau sisi dan memberikan penilaian  terhadap keadaan tersebut.

Definisi Kepercayaan Dasar

Mari kita masuk ke bahasan inti. Kepercayaan Dasar adalah keyakinan yang ditempelkan oleh seseorang terhadap sesuatu. Ya, seperti sebuah sifat yang mengikuti suatu benda.

Misal sederhananya, apa yang anda yakini tentang kata “Gajah”, sebagai keyakinan dasar, ada yang berkeyakinan dasar bahwa gajah itu besar, ada yang mengatakan bahwa gajah berkulit tebal, ada yang mengatakan bahwa gajah berteling lebar, dll. Itu adalah contoh keyakinan dasar.

Oia, kadang gue nulis keyakinan dasar, kadang kepercayaan dasar, sama aja, jangan bingung ya. Next

Baca Juga:

Ilmu Utama Mindset

Growth Mindset untuk Mendorong Kesuksesan

Fix Mindset sebagai Penghambat Pengembangan Diri

Paradigma sebagai Jalan Hidup

Keyakinan tentang Uang

Contoh lagi, mari kita bawa contohnya ke ranah yang lebih dekat dengan siapapun. Apa yang anda yakini tentang kata “uang”..mmpp, menarik.

Ada yang mengatakan uang adalah sumber bencana, sumber pertengkaran, benda yang menyebabkan syirik, membuat hisab di akhirat menjadi lama dan merepotkan, membuat orang buta, dan lain sebagainya.

Tapi ada juga yang mengatakan bahwa uang adalah kesejahteraan, alat untuk berbuat baik, menyebarkan manfaat, penyelamat dari kemiskinan, penyelamat dari kriminalitas, dll.

Nah loh, itu adalah beberapa keyakinan dasar tentang uang. Beda banget ya antara kedua paragraf di atas. Positif dan negatif. Meruntuhkan dan membangun.

Keyakinan tentang Karir

Jika bahasan tentang keyakinan dasar ini ditarik ke ranah pekerjaan. contohnya seperti jika kita mengerjakan sesuatu yang kita yakini secara benar, maka kita akan mengerjakannya dengan sepenuh hati.

Seperti penulis, berkeyakinan bahwa tulisan ini adalah bakti penulis untuk bangsa ini. Maka penuis kerjakan dengan sepenuh hati, hehe.

Keyakinan adalah suatu sikap yang diperlihatkan oleh seseorang saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.

Karena keyakinan adalah berupa sikap, maka keyakinan kamu atau orang lain seperti temanmu tidak selalu benar atau bisa dikatakan keyakinan bukanlah jaminan kebenaran.

 

Baca Juga:

Ilmu Utama Mindset

Growth Mindset untuk Mendorong Kesuksesan

Fix Mindset sebagai Penghambat Pengembangan Diri

Paradigma sebagai Jalan Hidup

Tindak Lanjut

Keyakinan dianggap benar hanya karena kamu menganggapnya sebagai sesuatu yang tepat atau pas. Namun, belum tentu keyakinan tersebut pas atau tepat untuk orang lain.

Lawan dari keyakinan adalah keragu-raguan. Jika keyakinan tidak ada, maka keraguan akan muncul, dan kesalahan akan sering kali menghalangi.

Keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk agama (Nova, 2011).

Keyakinan dasar sangat dipengaruhi oleh wawasan keilmuan dan pengalaman kita. Jika seseorang sudah mendapat pelajaran tentang uang secara baik dari keluarga kayanya, maka ia akan baik-baik saja dengan uang.

Tapi sebaliknya, jika seseorang mendapatkan pelajaran dan pengalaman tentang uang dengan cara yang tidak tepat, maka ia pun akan memiliki keyakinan yang tidak baik mengenai uang.

Seseorang yang beragama dengan baik, itu dikarenakan ia mendapatkan wawasan keilmuan dan pengalaman dengan baik pula. Ia nyaman dengan hal tersebut dan akan terus begitu.

So, jika anda ingin kaya, memiliki banyak uang. Perbaiki dulu keyakinan dasar anda tentang uang.

Jika anda ingin baik agamanya, perbaiki dulu keyakinan dasar anda tentang agama.

Dan seterusnya.

Belajar Berkelanjutan

Saya berharap, dengan tulisan ini muncul dua sikap. Pertama, jangan merasa paling benar, menyalahkan orang lain dan memaksakan keyakinan orang lain dengan keyakinan yang kita miliki saat ini.

Kedua, terus belajar untuk mengetahui keyakinan yang benar di semua aspek kehidupan. Dari semua hal, keyakinan penulis adalah bahwa yang terpenting adalah pelajari dulu tentang agama.

Agama pun luas, pelajari dulu tentang akhlak kepada Allah, lalu akhlak kepada manusia, lalu baru fiqh-nya.

Kemudian belajar tentang self development atau softskill, karena ini adalah faktor 80% penentu kesuksesan kamu.

Terakhir, jika sudah membaca sedikit demi sedikit mengenai softskill, maka kamu bisa mempelajari ilmu di bidang yang akan kamu geluti, apapun itu.

Belajar tentang sofskill tidak bisa satu kali baca saja. Harus dilakukan seumur hidup. Ya dicicil saja, dijadikan kegiatan rutin. Ya, dalam satu hari, cukup luangkan waktu 15 menit untuk membaca artikel di zonamikir.com, sebentar kan? tapi, dampaknya akan sangat luar biasa.

Terimakasih sudah berkunjung ke halaman kami. Selamat berproses menuju sukses yang kita idamkan.

Baca Juga:

Ilmu Utama Mindset

Growth Mindset untuk Mendorong Kesuksesan

Fix Mindset sebagai Penghambat Pengembangan Diri

Paradigma sebagai Jalan Hidup

Recommended For You

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.